"ANDA BUTUH WAKTU, KAMI PERLU UANG"

Senin, 05 April 2010

Jumat, 19 Maret 2010

Sebuah bemo kuning dengan stiker BATMAN

Ini adalah foto mikrolet warna kuning yang ku-incar sebab ada stiker BATMAN di bagian belakangnya. Kemarin sore (Jumat, 19 Maret 2010) , pulang kerja aku lihat ini bemo. Langsung turun bis kota, ku hadang di tempat ini, jembatan Mayangkara (Wonokromo). Lalu kugunakan kameraku untuk memfotonya. Sayang, karena gelap, gambar kurang bagus. "Okelah kalau beg beg beg begitu" kata sebuah lagu.







Angkutan kota - Wikipedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Angkutan kota adalah sebuah moda transportasi perkotaan yang merujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. Tidak seperti bus yang mempunyai halte sebagai tempat perhentian yang sudah ditentukan, angkutan kota dapat berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja.

Angkutan kota di Indonesia

Angkutan kota mulai diperkenalkan di Jakarta pada akhir tahun 1970-an dengan nama "mikrolet" untuk menggantikan oplet yang sudah dianggap terlalu tua, terseok-seok jalannya, dan sering mengalami gangguan mesin, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Nama "mikrolet" dipilih sebagai singkatan gabungan dari kata "mikro" (=kecil) dan "oplet".

Tarip yang dibebankan kepada penumpang bervariasi tergantung jauhnya jarak yang ditempuh. Umumnya sebuah angkutan kota diisi oleh kurang lebih 10 orang penumpang, tetapi tidak jarang penumpangnya hingga lebih dari 10 orang. Perilaku sopir angkutan kota yang sering berhenti mendadak dan di sembarang tempat sering dihubung-hubungkan dengan penyebab kemacetan di kota besar seperti Jakarta.
Jalur operasi suatu angkutan kota dapat diketahui melalui warna atau kode berupa huruf atau angka yang ada di badannya.

Istilah

Angkutan kota atau angkot di Indonesia memiliki berbagai macam istilah tergantung daerah masing-masing. Di Jakarta angkutan kota dikenal dengan istilah mikrolet. Di Kota Makassar dikenal dengan istilah "pete-pete".
Mikrolet adalah angkutan umum layaknya angkot di Jakarta. Tetapi mikrolet memiliki perbedaan, yaitu umumnya bentuk mobilnya berhidung panjang dan berwarna biru muda. Pangkalan mikrolet di Jakarta diantaranya ada di:

Kampung Melayu
Pulogadung
Manggarai
Cililitan
Perumnas Klender
Pasar Minggu
Senen
dan tempat-tempat lain. Umumnya mikrolet diberi kode "M" yang memang artinya "mikrolet".

Daftar trayek mikrolet di Jakarta

M01 jurusan Kampung Melayu - Matraman - Senen.
M02 jurusan Pulogadung - Velodrome - Kampung Melayu.
M04 jurusan Cililitan - Cipinang - Rawasari.
M06A jurusan Kampung Melayu - Cililitan - Gandaria.
M12 jurusan Senen - Gunung Sahari - Kota.
M15A jurusan Tanjung Priok - Ancol - Kota.
M16 jurusan Kampung Melayu - Cawang - Pasar Minggu.
M18 jurusan Kampung Melayu - Kalimalang - Pondok Gede.
M19 jurusan Cililitan - Kalimalang - Kranji.
M20 jurusan Pasar Minggu - Jatipadang - Ciganjur.
M21 jurusan Pulogadung - Rawamangun - Kampung Melayu.
M23 jurusan Karet - Setiabudi - Manggarai.
M26 jurusan Kampung Melayu - Kalimalang - Perumnas II Bekasi.
M27 jurusan Pulogadung - Cipinang - Kampung Melayu.
M28 jurusan Kampung Melayu - Cawang - Pondok Gede.
M29 jurusan Cililitan - Pondok Kelapa - Perumnas Klender.
M30A jurusan Pulogadung - Kelapa Gading - Tanjung Priok.
M31 jurusan Kampung Melayu - Duren Sawit - Pondok Kelapa.
M32 jurusan Kampung Melayu - Duren Sawit Raya - Perumnas Klender.
M36 jurusan Pasar Minggu - Jembatan 4 - Jagakarsa.
M37 jurusan Pulogadung - Kelapa Gading - Senen.
M38 jurusan Grogol - Bendungan Hilir - Tanah Abang.
M44 jurusan Kampung Melayu - Casablanca - Karet Tengsin.
M46 jurusan Pulogadung - Pemuda - Senen.
M53 jurusan Pulogadung - Cempaka Putih - Kota.
M54 jurusan Kampung Melayu - Jend. Basuki Rachmat - Pondok Bambu.

Kendaraan sejenis

Bemo

Bemo adalah kendaraan bermotor beroda tiga yang mulai digunakan di Jakarta pada awal tahun 1960-an. Mulanya bemo diharapkan dapat menggantikan peranan becak yang dianggap tidak manusiawi karena memanfaatkan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Karena itu kendaraan angkutan yang aslinya di negara asalnya Jepang digunakan untuk mengangkut barang, dinamai bemo, sebagai singkatan dari "becak motor". Dalam perkembangannya, terbukti bemo tidak mampu mengalahkan becak, terutama karena kepada bemo kemudian ditetapkan trayek-trayek tertentu yang harus ditaatinya, sementara becak dapat bergerak lebih leluasa.

Halaman ini terakhir diubah pada 11:45, 1 November 2009. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. Kebijakan privasi Tentang Wikipedia Penyangkalan

Diambil dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Angkutan_kota

Jumat, 12 Maret 2010

Makan minum di dalam mikrolet

Bukan hal yang aneh kalau penumpang di MIKROLET / Angkot terbisa makan dan minum di dalam angkot. Mungkin sambil menunggu / mengisi waktu.

Pernah, aku duduk di samping seorang gadis, dan waktu aku menoleh, dia mengangguk dengan sopan padaku. Dan, SROTTT... dia menyeruput minumannya (di plastik, ada sedotan, semacam JUS) dengan santainya.

No problem.

Yang menjengkelkan, sehabis minum, itu sampah ditinggalkannya di bangku tempat dia duduk! Kasihan pak sopirnya...

(Not a strange for me if we find a passenger eating in our mikrolet).

Rabu, 10 Maret 2010

The Doctor sticker





"The Doctor" was taken at March 11, 2010. Surabaya, East Java, Indonesia! Nice!

A TA sticker



We never knew what the meaning of that 'TA' sticker.

A Looking for soulmate mikrolet



Last Wednesday (March 10, 2010) I took this picture while I went home, ride another mikrolet. The sticker "CARI JODOH" translated to English : "Looking for soul mate".

Senin, 22 Februari 2010

Sticker di mikrolet - TEXAS



Tampak indah sekali sticker yang dipasang di mikrolet, walaupun kadang kita berpikir, apa alasan mereka memilih kata-kata itu? "TEXSAS" pastilah maksudnya kota TEXAS di Amerika?


Selasa, 19 Januari 2010

Seorang nenek memaksa bayar murah

Beberapa hari silam, sepulang kerja, naik angkot kulihat seorang nenek naik. Karena dia tersenyum, aku juga membalas senyumannya.

Di tengah jalan, setelah sang sopir mengisi bensin, nenek ini menyerahkan uang. Dan alangkah kagetnya aku waktu dia cuma memberi Rp. 1.500 saja. Padahal sudah menjadi ketentuan bahwa angkot (bemo) "JAUH DEKAT RP. 2500,". Nenek ini dengan cepat berkata : "Aku biasa naik bemo, 1500 lho! Aku khan orang tua".

Sopir tadi dongkol dan mengeluh : "Jangan begitu nek..." (sambil tetap mengendarai bemonya). "Masa, tiap hari cuam 1500? "

Nenek itu juga ngotot : "Lha saya wong tua kok! Biasanya juga 1500???"

Lebih menyedihkan waktu sang nenek memojokkan sopir tadi : "Kamu, orang muda, GAK PERNAH AMAL? "

Aku sedih: Apa hubungannya ongkos bemo dengan amal? Apalagi dia memaksa orang? Apakah amal bisa dipaksakan?

Kamis, 07 Januari 2010

Blog Mikrolet lainnya : ADE KURNIAWAN

Hari ini, browsing di GOOGLE, cari soal MIKROLET di blog-blog, temukan punya mas ADE KURNIAWAN, aku isi comment di sono.

Ini commentku soal penumpang (ibu yang buta) dan sopir yang tidak mau menerima uang / ongkos dari ibu tadi :

Tuhan memang mengijinkan kita menyaksikan dan belajar lebih bijak dari 'DRAMA KEHIDUPAN' yang setiap hari terpampang di depan mata kita, termasuk kisah 'sopir dan penumpang angkot'. Saya setiap hari (pagi - sore) menggunakan jasa angkot ini untuk menempuh perjalanan dari rumah ke kantor, karena 'takut' naik sepeda motor. Maka, sayapun mencatat setiap kejadian di dalam angkot, jauh di dalam lubuk hati saya.

Ternyata, manusia itu (sopir dan penumpang) memiliki kesamaan : kebutuhan dan kepentingan. Nah, ini kadang yang berbenturan. Pernah saya baca stiker di sebuah angkot beberapa tahun silam : "ANDA BUTUH WAKTU, KAMI PERLU UANG".

Yang artinya seakan meminta penumpang angkot untuk bersabar dan mengerti bahwa biarpun harus menunggu bermenit2 atau puluhan menit, ga boleh marah, sebab sang sopir memiliki kebutuhan : uang.

Juga, banyak karakter yang berbenturan di dalam angkot. Ada kesombongan, kerendahan hati, ke tidak perdulian terhadap orang lain, dan sebagainya. Plus ada kebaikan : keramahan, peduli lingkungan, suka membantu orang dan sebagainya.

Semoga, menjadikan kita 'penumpang angkot' yang bijak.

Selasa, 15 Desember 2009

Cuma bayar 1500 rupiah

Kemarin sore, aku pulang kerja, turun di terminal BUNGURASIH. Lalu naik mikrolet jurusan TAMBAKOSO yg lewat dekat rumahku. Di tengah perjalanan, seorang penumpang turun. Ibu ini menyerahkan uang (ongkos) ke supir.

Setelah si sopir melihat uang itu, dia berguman " YA ALLAHHHH " (menyebut nama Allahnya).

Mengapa?

Ternyata ibu tadi hanya memberi (kalau saya tidak salah lihat - gelap, hujan) RP. 1500. Padahal biaya / ongkos normal adalah Rp. 2.500! Semoga pak Supir diberi kesabaran!

Senin, 07 Desember 2009

A BEAUTIFUL sticker



One of our public transportation with her STICKERS!

Senin, 09 November 2009

COPET dilarang naik



Sebuah peringatan di sebuah angkot / mikrolet, melarang PENCOPET untuk naik angkot tsb. (A warning for THIEVES not to ride this public transportation).

Rabu, 12 Agustus 2009

"PUTRA DEWA " Mikrolet



Pagi ini kufoto sang mikrolet jurusan SIDOARJO - JOYOBOYO, dengan poster "PUTRA DEWA". (I got this picture, a public transportation (a mini bus) with a route from Sidoarjo city to our terminal, have a sticker title "Son of Gods").

Sabtu, 25 April 2009

Spider-man biru di angkot



Sebuah bemo / angkot jurusan Sidoarjo pagi tadi kutemukan dengan STIKER SPIDER-MAN warna biru, langsung ke foto foto foto... (A public transportation which have a route to Sidoarjo City, East Java. This morning, I found her with SPIDER-MAN stickers!"



Kamis, 07 Agustus 2008

Wajah SPIDER-MAN




Mikrolet juga dilengkapi dengan STIKER-STIKER, termasuk SUPERHERO!!! (Tampak wajah SPIDER-MAN di depan mikrolet warna kuning....) - Our public transportations also have their STICKERS, including SUPERHEROES (Watch the SPIDER-MAN face at the front or a yellow MIKROLET).

Senin, 04 Agustus 2008

Mikrolet warna Biru Tua



Beberapa gambar2 bemo / mikrolet lagi : warna BIRU TUA.

Kamis, 19 Juni 2008

Sopir yang ramah

Pagi ini menghentar family istriku untuk pulang ke kota Blitar, naik kereta api. Kami berangkat pagi2, naik lyn H4W (warna hijau tua), jurusan SEDATI ke stasiun Kereta Api WONOKROMO. Kuperhatikan sang sopir, adalah type karakter yang ramah, karena dia tak segan menyapa orang-orang yang dijumpainya :

"Ayo mass...." (ketemu sopir2 lain, walau beda lyn)
"Mongggooo " (kalau ada penumpang yang naik).
"Kok siang bu?? " (tanya pada penumpang yang dikenalnya)
"Terima kasih...." (kalau diberi uang ongkos bemo / mikrolet)

yah, jarang orang seperti itu. Kalau saja banyak seperti dia, tenang hati ini, walau melihat STIKER PENGUMUMAN TARIFNYA NAIK : JAUH = Rp. 2.900, DEKAT = Rp. 2.500.

Senin, 02 Juni 2008

Demo lagi??? Oh tidak...

Hari ini, Senin (2/6/08) desas2 desus2nya ada DEMO para sopir angkot lagi. Sebagai pengguna jasa angkot everyday, aku tak mau kecolongan, berangkat pagi, dari rumah jam 5 pagi. Eh, ternyata gak jadi. Yah, itu gara2 BBM naik bbrp hari yl!

Jumat, 23 Mei 2008

Kepala kebentur ANGKOT... ADUHHH!!

Sore, pulang kerja, hari Kamis (22/5/08) kepalaku kebentur dinding ANGKOT (BEMO) yang kunaikki setiap hari... lumayan sakit... ADUHHHH... tapi ya pak supir cuek aje... egp.. (emangnya gue pikirin?).

Beberapa kali memang aku jumpai penumpang yang kurang hati2 kepalanya kena adu dengan pintu BEMO / ANGKOT. Sampai ada tulisan : "AWAS KEPALA..." di beberapa angkot.