"ANDA BUTUH WAKTU, KAMI PERLU UANG"
Tampilkan postingan dengan label penumpang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penumpang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Seorang ibu bawa uang ratusan nga

Ya, hari ini, sepulang kerja, kutemui seorang ibu yang mengeluh karena dia tidak membawa dompetnya yang berisi uang receh. Dia kebingungan karena hanya membawa bbrp lembar uang ratusan ribu. Sang sopir jelas tidak punya kembalian. Maka, kutolong ibu ini dengan membayarkan ongkos angkotnya.

Dia berterima kasih dan berkenalan denganku, kalau tidak salah, namanya Lina.

Rabu, 23 Maret 2011

Seorang gadis menawariku Pepaya

Jarang memang, di kota sebesar Surabaya ini, ada orang yang masih membiasakan diri 'ramah' kepada orang lain.

Kira-kira 2 hari yg lalu, sepulang dari kantor, naik angkot H-4 Lewat Rungkut, di depan kampus IAIN naik 2 pemudi berjilbab. Mereka seperti biasa bercanda dan kuperhatikan, seorang dari mereka membawa se-kantong-plastik buah-buahan (pepaya, nenas,). Dan, waktu mereka mulai memakan buah itu - sesuatu yg kurang kusuka - mendadak seorang dari mereka menawariku dengan sopan.

Kaget, aku menolaknya dengan halus. Dan mereka makan di dalam angkot / mikrolet.

Waktu sampai di dekat perumahanku, KEPUH PERMAI, aku mengucapkan 'selamat berpisah' (dlm. Bhs Jawa = Monggo mbak..) dan mereka membalasku "Hati-hati pak..."

Kalau semua penduduk kota seperti itu, nyaman sekali tinggal di Surabaya...

Kamis, 13 Januari 2011

Dua pemuda kecopetan

Sepulang kerja, ada 2 penumpang (2 pemuda) yg naik angkot. Mereka kebingungan mencari dompet mereka, ternyata kecopetan. Mereka datang dari Jakarta atau Banyuwangi, naik kereta api.

Seorang penumpang lain, dengan bijaksana menasihati mereka, supaya jangan bertengkar dan saling menyalahkan, sebab itu adalah 'musibah'.

Senin, 03 Januari 2011

Uang yang sobek

Seorang sopir mengeluh selain jalan yang ditempuh macet karena berlobang... hari itu dia dibayar seorang wanita.....uang Rp 5000 yang sobek, dan tidak bisa dipakai lagi. Dirobek2nya uang itu...

ah, penumpang... ingatkah engkau akan hukum karma?

Kamis, 14 Oktober 2010

Ada cinta kasih ibu di Mikrolet

Sering kujumpai pemandangan tentang cinta kasih ibu di mikrolet yang kutumpangi.

Pernah, seorang ibu mengajak 3 orang putranya. Yang sulung biasa, yang ke dua digendongnya. Dan si kecil juga tampak biasa.

Akhirnya kuketahui, ibu ini juga katakan kepadaku : "Si kecil ini (bungsu) sangat perhatian dan pengertian, sebab dia tidak cemburu waktu kakaknya saya gendong..."

Barulah kusadar, si anak nomor 2 itu ada 'kekurangan'.

Kamis, 23 September 2010

Penipuan dengan burung

Seorang temanku bercerita tengan penipuan yang dialami oleh neneknya. Suatu hari neneknya naik angkot (bemo), dan ada 3 orang yang membawa burung di dalam sangkar. Burung ini sangat hebat, bisa menyanyikan lagu 'INDONESIA RAYA'

Karena tertarik, maka terjadilah tawar menawar di antara nenek dan 3 orang itu. Semula ditawarkan Rp. 500 ribu untuk harga burung itu. Si nenek menawar Rp. 200 ribu. Akhirnya disepakati, Rp. 300 ribu dan burung 'hebat' itu menjadi milik sang nenek.

Tetapi, setelah turun dari angkot dan naik becak menuju rumahnya, si nenek menyadari bahwa burung itu 'tidak bisa berbunyi / bernyanyi' seperti di angkot tadi.

Itulah penipuan di angkot, waspadalah!

Selasa, 21 September 2010

Mudikers

Bulan ini masih banyak para pemudik, yang kusebut 'MUDIKES' datang. Sore ini, naik angkot lyn H4 jurusan SEDATI Sidoajo, harus berdesakan dengan 'mudikers' ini. Seorang ayah / bapak dengan 3 anak remajanya, 2 cowok 1 cewek, plus BERKARDUS-KARDUS oleh-oleh.... membuat angkot menjadi sempit dan sesak....

Kamis, 03 Juni 2010

Gendeng = Generasi dengan Gadget

Kemarin sore, pulang kerja, di bemo (mikrolet) lyn X jurusan pasar Gedongan, aku melihat seorang nona / gadis dengan kegiatan sbb :

1. Dia minum air AQUA BOTOL di depan banyak penumpang lainnya. Hal ini sebenarnya hak semua penumpang, tapi kalau saya pribadi - hmmm tidak sopan sih, harus menjaga perasaan orang. Tapi jaman sekarang khan 'cuek' aja? Makan, minum, dst di angkot.

2. Kemudian dia mengeluarkan NOKIA N-GAGE, yang bisa digunakan main game. Beberapa menit dia main game atau sms... saya gak tahu.

3. Terakhir, dia lakukan ini sampai tujuan : Buka sebuah NOVEL / BUKU dan membacanya!

hebat, salut....

Aku SMS Sammy di rumah dan 'melaporkan' kejadian itu. Responnya Sammy : CK CK CK CK...

Kubilang dia : GENDENG = Generasi Dengan GADGET!
Kutambah = EDAN - Evolusi Dna Akibat Narkoba?

Jawab Sammy : Jadi MUTAN
Kubalas : MU TAN = Muka Setan...

ya, menggagumkan bukan, melihat mereka punya semangat spt itu?

Jumat, 12 Maret 2010

Makan minum di dalam mikrolet

Bukan hal yang aneh kalau penumpang di MIKROLET / Angkot terbisa makan dan minum di dalam angkot. Mungkin sambil menunggu / mengisi waktu.

Pernah, aku duduk di samping seorang gadis, dan waktu aku menoleh, dia mengangguk dengan sopan padaku. Dan, SROTTT... dia menyeruput minumannya (di plastik, ada sedotan, semacam JUS) dengan santainya.

No problem.

Yang menjengkelkan, sehabis minum, itu sampah ditinggalkannya di bangku tempat dia duduk! Kasihan pak sopirnya...

(Not a strange for me if we find a passenger eating in our mikrolet).

Selasa, 19 Januari 2010

Seorang nenek memaksa bayar murah

Beberapa hari silam, sepulang kerja, naik angkot kulihat seorang nenek naik. Karena dia tersenyum, aku juga membalas senyumannya.

Di tengah jalan, setelah sang sopir mengisi bensin, nenek ini menyerahkan uang. Dan alangkah kagetnya aku waktu dia cuma memberi Rp. 1.500 saja. Padahal sudah menjadi ketentuan bahwa angkot (bemo) "JAUH DEKAT RP. 2500,". Nenek ini dengan cepat berkata : "Aku biasa naik bemo, 1500 lho! Aku khan orang tua".

Sopir tadi dongkol dan mengeluh : "Jangan begitu nek..." (sambil tetap mengendarai bemonya). "Masa, tiap hari cuam 1500? "

Nenek itu juga ngotot : "Lha saya wong tua kok! Biasanya juga 1500???"

Lebih menyedihkan waktu sang nenek memojokkan sopir tadi : "Kamu, orang muda, GAK PERNAH AMAL? "

Aku sedih: Apa hubungannya ongkos bemo dengan amal? Apalagi dia memaksa orang? Apakah amal bisa dipaksakan?

Selasa, 15 Desember 2009

Cuma bayar 1500 rupiah

Kemarin sore, aku pulang kerja, turun di terminal BUNGURASIH. Lalu naik mikrolet jurusan TAMBAKOSO yg lewat dekat rumahku. Di tengah perjalanan, seorang penumpang turun. Ibu ini menyerahkan uang (ongkos) ke supir.

Setelah si sopir melihat uang itu, dia berguman " YA ALLAHHHH " (menyebut nama Allahnya).

Mengapa?

Ternyata ibu tadi hanya memberi (kalau saya tidak salah lihat - gelap, hujan) RP. 1500. Padahal biaya / ongkos normal adalah Rp. 2.500! Semoga pak Supir diberi kesabaran!

Kamis, 06 Maret 2008

Sopir vs Penumpang

Menarik, mengamati kejadian hari ini :

1. Penumpang dengan seenaknya membayar Rp. 2.000 dan sopir mengatakan "Pak, kurang 500 rupiah". Penumpang cuma ngomong : 'NGGAK ADA" trus pergi.

2. Sopir yang sama, menerima bayaran Rp. 5.000 oleh seorang kakek. Padahal mereka bertiga... harusnya kurang Rp. 2.500. Sang sopir menegur, tapi karena orang tua, tidak dengar. So, dia bilang "Yah... yang satu GRATIS dong?"

Itulah, kadang sopir semaunya sendiri, tapi kadang penumpang juga semau gue...

"Sabar ya pak..." hiburku.

Kamis, 21 Februari 2008

Tanya pada pak Sopir.

Hari ini ada penumpang yang mau tanya ke pak Sopir, arah yang dia tuju. Biasanya ini sangat membantu sebab para sopir sudah hafal jalurnya, dan memberikan saran2 / alternatif bagi penumpang.

Rabu, 13 Februari 2008

Pertengkaran di bis kota

Biasa, ada pertengkaran di bis kota waktu aku pulang kerja tadi. Di sekitar jalan Tunjungan, Surabaya. Ada penumpang yang memaki-maki sang sopir yang sedang bekerja, mengendarai bis supaya baik jalannya (kayak lagu nihc).
Sang sopir tidak mau berhenti di dekat eks toko SIOLA, sebab ada pak polisi. Si penumpang ngamuk, maki-maki sang sopir. Sang sopir ngotot balas memaki juga . Ribut deh.
Para penumpang tentunya RAME-RAME membela sang sopir dan melarang melanjutkan pertengkaran itu.
Ya, itulah kalau naik kendaraan umum, harus "tahu diri".