Seorang sopir dituntut cuek jika berhadapan dengan teman-temannya di jalan. Di jalan raya, mereka bagaikan musuh, berebut penumpang, saling memaki dsb.
Tapi setelah di warung kopi, mereka sebenarnya adalah teman.
"ANDA BUTUH WAKTU, KAMI PERLU UANG"
Tampilkan postingan dengan label sopir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sopir. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Agustus 2011
Minggu, 09 Januari 2011
Sopir yang suka mengajak omong
Ada beberapa supir angkot yg suka mengajak penumpangnya berbicara, mungkin memang karakter mereka begitu. Dari curhat masalah rumah tangganya, persoalan hidup, atau hal-hal yang menjengkelkan baginya.
Senin, 03 Januari 2011
Uang yang sobek
Seorang sopir mengeluh selain jalan yang ditempuh macet karena berlobang... hari itu dia dibayar seorang wanita.....uang Rp 5000 yang sobek, dan tidak bisa dipakai lagi. Dirobek2nya uang itu...
ah, penumpang... ingatkah engkau akan hukum karma?
ah, penumpang... ingatkah engkau akan hukum karma?
Selasa, 06 April 2010
Sopir harus sabar
Di sepanjang perjalanan, sopir angkot selain menghadapi ramainya kendaraan, juga harus sabar menghadapi ulah para penumpang.
Jumat, 12 Maret 2010
Makan minum di dalam mikrolet
Bukan hal yang aneh kalau penumpang di MIKROLET / Angkot terbisa makan dan minum di dalam angkot. Mungkin sambil menunggu / mengisi waktu.
Pernah, aku duduk di samping seorang gadis, dan waktu aku menoleh, dia mengangguk dengan sopan padaku. Dan, SROTTT... dia menyeruput minumannya (di plastik, ada sedotan, semacam JUS) dengan santainya.
No problem.
Yang menjengkelkan, sehabis minum, itu sampah ditinggalkannya di bangku tempat dia duduk! Kasihan pak sopirnya...
(Not a strange for me if we find a passenger eating in our mikrolet).
Pernah, aku duduk di samping seorang gadis, dan waktu aku menoleh, dia mengangguk dengan sopan padaku. Dan, SROTTT... dia menyeruput minumannya (di plastik, ada sedotan, semacam JUS) dengan santainya.
No problem.
Yang menjengkelkan, sehabis minum, itu sampah ditinggalkannya di bangku tempat dia duduk! Kasihan pak sopirnya...
(Not a strange for me if we find a passenger eating in our mikrolet).
Selasa, 19 Januari 2010
Seorang nenek memaksa bayar murah
Beberapa hari silam, sepulang kerja, naik angkot kulihat seorang nenek naik. Karena dia tersenyum, aku juga membalas senyumannya.
Di tengah jalan, setelah sang sopir mengisi bensin, nenek ini menyerahkan uang. Dan alangkah kagetnya aku waktu dia cuma memberi Rp. 1.500 saja. Padahal sudah menjadi ketentuan bahwa angkot (bemo) "JAUH DEKAT RP. 2500,". Nenek ini dengan cepat berkata : "Aku biasa naik bemo, 1500 lho! Aku khan orang tua".
Sopir tadi dongkol dan mengeluh : "Jangan begitu nek..." (sambil tetap mengendarai bemonya). "Masa, tiap hari cuam 1500? "
Nenek itu juga ngotot : "Lha saya wong tua kok! Biasanya juga 1500???"
Lebih menyedihkan waktu sang nenek memojokkan sopir tadi : "Kamu, orang muda, GAK PERNAH AMAL? "
Aku sedih: Apa hubungannya ongkos bemo dengan amal? Apalagi dia memaksa orang? Apakah amal bisa dipaksakan?
Di tengah jalan, setelah sang sopir mengisi bensin, nenek ini menyerahkan uang. Dan alangkah kagetnya aku waktu dia cuma memberi Rp. 1.500 saja. Padahal sudah menjadi ketentuan bahwa angkot (bemo) "JAUH DEKAT RP. 2500,". Nenek ini dengan cepat berkata : "Aku biasa naik bemo, 1500 lho! Aku khan orang tua".
Sopir tadi dongkol dan mengeluh : "Jangan begitu nek..." (sambil tetap mengendarai bemonya). "Masa, tiap hari cuam 1500? "
Nenek itu juga ngotot : "Lha saya wong tua kok! Biasanya juga 1500???"
Lebih menyedihkan waktu sang nenek memojokkan sopir tadi : "Kamu, orang muda, GAK PERNAH AMAL? "
Aku sedih: Apa hubungannya ongkos bemo dengan amal? Apalagi dia memaksa orang? Apakah amal bisa dipaksakan?
Label:
ongkos,
penumpang,
pertengkaran,
sopir
Selasa, 15 Desember 2009
Cuma bayar 1500 rupiah
Kemarin sore, aku pulang kerja, turun di terminal BUNGURASIH. Lalu naik mikrolet jurusan TAMBAKOSO yg lewat dekat rumahku. Di tengah perjalanan, seorang penumpang turun. Ibu ini menyerahkan uang (ongkos) ke supir.
Setelah si sopir melihat uang itu, dia berguman " YA ALLAHHHH " (menyebut nama Allahnya).
Mengapa?
Ternyata ibu tadi hanya memberi (kalau saya tidak salah lihat - gelap, hujan) RP. 1500. Padahal biaya / ongkos normal adalah Rp. 2.500! Semoga pak Supir diberi kesabaran!
Setelah si sopir melihat uang itu, dia berguman " YA ALLAHHHH " (menyebut nama Allahnya).
Mengapa?
Ternyata ibu tadi hanya memberi (kalau saya tidak salah lihat - gelap, hujan) RP. 1500. Padahal biaya / ongkos normal adalah Rp. 2.500! Semoga pak Supir diberi kesabaran!
Kamis, 19 Juni 2008
Sopir yang ramah
Pagi ini menghentar family istriku untuk pulang ke kota Blitar, naik kereta api. Kami berangkat pagi2, naik lyn H4W (warna hijau tua), jurusan SEDATI ke stasiun Kereta Api WONOKROMO. Kuperhatikan sang sopir, adalah type karakter yang ramah, karena dia tak segan menyapa orang-orang yang dijumpainya :
"Ayo mass...." (ketemu sopir2 lain, walau beda lyn)
"Mongggooo " (kalau ada penumpang yang naik).
"Kok siang bu?? " (tanya pada penumpang yang dikenalnya)
"Terima kasih...." (kalau diberi uang ongkos bemo / mikrolet)
yah, jarang orang seperti itu. Kalau saja banyak seperti dia, tenang hati ini, walau melihat STIKER PENGUMUMAN TARIFNYA NAIK : JAUH = Rp. 2.900, DEKAT = Rp. 2.500.
"Ayo mass...." (ketemu sopir2 lain, walau beda lyn)
"Mongggooo " (kalau ada penumpang yang naik).
"Kok siang bu?? " (tanya pada penumpang yang dikenalnya)
"Terima kasih...." (kalau diberi uang ongkos bemo / mikrolet)
yah, jarang orang seperti itu. Kalau saja banyak seperti dia, tenang hati ini, walau melihat STIKER PENGUMUMAN TARIFNYA NAIK : JAUH = Rp. 2.900, DEKAT = Rp. 2.500.
Kamis, 06 Maret 2008
Sopir vs Penumpang
Menarik, mengamati kejadian hari ini :
1. Penumpang dengan seenaknya membayar Rp. 2.000 dan sopir mengatakan "Pak, kurang 500 rupiah". Penumpang cuma ngomong : 'NGGAK ADA" trus pergi.
2. Sopir yang sama, menerima bayaran Rp. 5.000 oleh seorang kakek. Padahal mereka bertiga... harusnya kurang Rp. 2.500. Sang sopir menegur, tapi karena orang tua, tidak dengar. So, dia bilang "Yah... yang satu GRATIS dong?"
Itulah, kadang sopir semaunya sendiri, tapi kadang penumpang juga semau gue...
"Sabar ya pak..." hiburku.
1. Penumpang dengan seenaknya membayar Rp. 2.000 dan sopir mengatakan "Pak, kurang 500 rupiah". Penumpang cuma ngomong : 'NGGAK ADA" trus pergi.
2. Sopir yang sama, menerima bayaran Rp. 5.000 oleh seorang kakek. Padahal mereka bertiga... harusnya kurang Rp. 2.500. Sang sopir menegur, tapi karena orang tua, tidak dengar. So, dia bilang "Yah... yang satu GRATIS dong?"
Itulah, kadang sopir semaunya sendiri, tapi kadang penumpang juga semau gue...
"Sabar ya pak..." hiburku.
Kamis, 21 Februari 2008
Tanya pada pak Sopir.
Hari ini ada penumpang yang mau tanya ke pak Sopir, arah yang dia tuju. Biasanya ini sangat membantu sebab para sopir sudah hafal jalurnya, dan memberikan saran2 / alternatif bagi penumpang.
Rabu, 13 Februari 2008
Pertengkaran di bis kota
Biasa, ada pertengkaran di bis kota waktu aku pulang kerja tadi. Di sekitar jalan Tunjungan, Surabaya. Ada penumpang yang memaki-maki sang sopir yang sedang bekerja, mengendarai bis supaya baik jalannya (kayak lagu nihc).
Sang sopir tidak mau berhenti di dekat eks toko SIOLA, sebab ada pak polisi. Si penumpang ngamuk, maki-maki sang sopir. Sang sopir ngotot balas memaki juga . Ribut deh.
Para penumpang tentunya RAME-RAME membela sang sopir dan melarang melanjutkan pertengkaran itu.
Ya, itulah kalau naik kendaraan umum, harus "tahu diri".
Sang sopir tidak mau berhenti di dekat eks toko SIOLA, sebab ada pak polisi. Si penumpang ngamuk, maki-maki sang sopir. Sang sopir ngotot balas memaki juga . Ribut deh.
Para penumpang tentunya RAME-RAME membela sang sopir dan melarang melanjutkan pertengkaran itu.
Ya, itulah kalau naik kendaraan umum, harus "tahu diri".
Label:
bis kota,
penumpang,
pertengkaran,
sopir
Langganan:
Postingan (Atom)